Gelar Rapimkota ke-3 Kadin Surakarta Bahas Solo Raya Great Sale

Gelar Rapimkota ke-3 Kadin Surakarta angkat tema Reorientasi Sumber Daya dalam Era Disrupsi

RUMAHJURNALIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta menggelar Rapat Pimpinan Kota (Rapimkota) ke-3 dengan mengusung tema "Reorientasi Sumber Daya dalam Era Disrupsi".  Rapimkota Kadin Surakarta berlangsung di Pedan Ballroom Sahid Jaya Hotel Solo, Selasa (26/2/2025).

Ketua Kadin Surakarta, Ferry S. Indrianto, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kebijakan-kebijakan baru, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024, agar dapat diimplementasikan dengan optimal demi pertumbuhan ekonomi Solo Raya yang berkelanjutan.

"Kami sepakat dengan Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota yang tadi bergabung, bahwa reorientasi sangat penting. Semua program ke depan harus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, dan Solo harus memanfaatkan sumber daya lokal untuk mencapai hal itu," ujar Ferry.

Ferry menyampaikan, salah satu agenda utama dalam Rapimkota ini adalah perluasan program Solo Great Sale (SGS) menjadi Solo Raya Great Sale. 

"Langkah ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Tengah yang mendorong aglomerasi ekonomi pada tahun ini. Dengan cakupan enam kabupaten dan satu kota madya, Solo Raya Great Sale diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi regional dan memperluas pasar bagi UMKM.

"Solo Raya Great Sale akan kita kuatkan dan adakan tahun ini. Kita juga akan menerapkan digitalisasi ekonomi, seperti penggunaan Aglonesia dan Aglocoin, yang akan mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi pasar," jelas Ferry.

Aglonesia, yang kini telah terintegrasi dengan Meta AI melalui WhatsApp, memungkinkan UMKM dan wisatawan untuk bertransaksi secara digital. Para pelaku usaha yang terdaftar dalam SGS dapat memanfaatkan sistem ini, di mana pembeli akan memperoleh koin digital yang dapat ditukarkan dengan berbagai produk selama periode promo berlangsung.

Selain itu, Ferry juga menekankan pentingnya sinkronisasi antar daerah dalam perencanaan ekonomi. Menurutnya, pemerintah kota dan kabupaten tidak bisa lagi merancang program ekonomi secara terpisah, melainkan harus bersinergi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif dan efisien.

"Dengan pendekatan ini, Solo akan menjadi pusat aglomerasi ekonomi yang menghubungkan rantai pasok dan distribusi secara lebih baik. Kita juga menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur terpilih, Pak Lutfi, yang sudah menyatakan dukungan terhadap program ini," imbuhnya.

Rapimkota Kadin Surakarta ini menegaskan komitmen untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis digitalisasi dan kolaborasi regional, yang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Solo dan sekitarnya di masa depan. (Nana Riyadi)