Festival Payung Indonesia Dimulai, Full Pertunjukan Seni Tradisi Nusantara Selama 3 Hari.

SOLO - Festival Payung Indonesia 2024 hari ini resmi dimulai. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisi payung selama 3 hari, yakni selama hari Jumat-Minggu (6-9/9/2024) di Taman Balekambang Solo.
Festival ini melibatkan sekitar 1450 seniman dan artisan yang hadir memamerkan karya terbaik mereka. Sementara untuk panggung pertunjukan, terdapat 87 pementasan dari para komunitas seni, sanggar dan pegiat seni dari 34 kabupaten/kota se-Indonesia.
Selain seni pertunjukan, festival payung juga menyajikan pameran berbagai payung tradisi, workshop, pameran beragam craft, pameran fotografi esai foto Payung Juwiring serta pasar kuliner tradisional.
Festival dibuka dengan sejumlah pertunjukan tari payung dan kain nusantara. Pada puncak seremoni, dilakukan menggambar payung oleh jajaran pejabat Forkopimda Surakarta termasuk Wali Kota Solo. Turut dalam seremoni pembukaan, Direktur Festival Payung Indonesia Heru Prasetya, perwakilan Delegasi Bo Sang Umbrella Festival Thailand, KGPAA Mangkunagoro X dan Direktur Utama Even Nasional dan Internasional Kemenparekraf RI Fransiscus Handoko.
Direktur Festival Payung Indonesia Heru Prasetya berharap festival ini bisa menjadi sebuah gerakan ekonomi kreatif berbasis budaya tradisional.
"Tema tahun ini adalah Catra Wastra. Catra artinya payung, wastra artinya kain nusantara. Kita ingin memadukan kekayaan khasanah nusantara ini menjadi satu ekspresi kesenian yang akan kita gelar selama 3 hari,"ujarnya dalam sambutan.
Wali Kota Solo Teguh Prakosa dalam sambutannya juga menyoroti kebermanfatan penyelenggaraan Festival Payung Indonesia.
"Apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan festival ini. Festival Payung Indonesia bukan sekadar agenda tahunan tapi juga upaya bersama untuk membangun dan memperkuat identitas budaya kita. Melalui festival ini kita menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi basis ekonomi kreatif dan aset bernilai tinggi bagi masyarakat surakarta,"ucapnya.
Sementara Direktur Utama Even Nasional dan Internasional Kemenparekraf RI Fransiscus Handoko yang hadir mewakili Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyatakan bahwa Festival Payung Indonesia sangat keren. Festival ini bisa mengemas sebuah karya tradisi dengan bagus dan disukai anak-anak muda.
"Saat ini subsektor ekraf memberikan kontribusi cukup signifikan pada perekonomian kita. Tiga terbesar di tahun 2023 itu adalah kuliner, fashion dan kriya. Kalau kita lihat, 3 hal itu di acara ini bisa bersinergi. Hal ini tentu saja meningkatkan dampak terhadap masyarakat secara luas. Dan festival merupakan cara yang sangat efektif untuk bagaimana kita bisa menggerakkan perekonomian,"tandasnya.(Yudhi Hartomo)