Cantiknya! Keanggunan Perempuan Solo Berkebaya Pukau Pengunjung Car Free Day

KECANTIKAN INDONESIA : Putri Solo 2023 Chairunisa Ardelia Kusumastuti menari di hadapan peserta Parade Kebaya Nusantara.(Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)

SOLO - Ratusan perempuan cantik berkebaya berjalan anggun di sepanjang car free day Jl. Slamet Riyadi pada Minggu 28 Juli 2024. Gabungan berbagai komunitas perempuan, sekolah juga kalangan hotel dan restoran di Solo ini merayakan Hari Kebaya Nasional dengan Parade Kebaya Nusantara. Dengan mengenakan model kebaya klasik hingga modern mereka berjalan dari depan Loji Gandrung hingga Dalem Wuryoningratan.

Kecantikan para wanita berbalut kebaya dan jarik yang berpawai ini sukses mencuri perhatian pengunjung car free day. Semuanya memuji penampilan para peserta parade yang diprakarsai oleh Himpunan Ratna Busana (HRB) Surakarta ini. Perempuan dan kebaya adalah pakem kecantikan asli Indonesia yang memang tak terbantahkan.

ANGGUN : Parade Kebaya Nusantara di CFD Jl. Slamet Riyadi diikuti oleh berbagai komunitas perempuan, sekolah dan kalangan hotel-restoran di Solo.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)
Ketua HRB Surakarta Danarsih Santosa Doellah dalam sambutannya usai parade menyampaikan terima kasihnya kepada semua warga komunitas perempuan yang mendukung dan berkontribusi dalam perayaan perdana Hari Kebaya Nasional ini.

"Solo sudah ikut merayakan njih, Pak Wali (Wali Kota)," ucap Danarsih kepada Wali Kota Solo Teguh Prakosa yang turut hadir dalam acara tersebut.

ADAPTASI JAMAN : Dua orang perempuan beda generasi mengenakan kebaya yang salah satunya sudah mengadopsi karakter anak muda.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)
Dalam sambutannya, Wali Kota Solo menekankan bahwa perayaan Hari Kebaya Nasional selain menguatkan budaya busana khas Indonesia juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menghargai kaum wanita dalam kondisi apapun. 

"Ini harus benar-benar kita hargai bersama-sama. Terutama untuk gen Z, generasi milenial Indonesia. Tidak ada doa restu dari ibu, anda akan sengsara, maka hargailah apa yang sudah dilakoni seorang ibu meski tidak semua ibu bisa memberikan semua keinginan anaknya, tapi kita semua lahir dari rahim ibu," ujar Teguh.

MANFAATKAN MOMEN : Wali Kota Solo Teguh Prakosa berswafoto dengan latar belakang para peserta Parade Kebaya Nusantara di CFD.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)
Dalam kesempatan tersebut Teguh juga sedikit menyoroti gaya berkebaya para perempuan sekarang. Ia mengingatkan bahwa dalam berbudaya, seseorang harus tahu filosofi budayanya seperti apa.

"Orang memakai jarik itu yang benar seperti apa, harus betul-betul tahu. Kita juga menghargai jaman yang berkembang. Berkebaya pakai sepatu kets, nggak masalah. Tapi kalau jariknya wiron (diwiru) memakai sepatu kets ya tidak pas. jadi kita harus bisa memilah apa yang kita adopsi, karena apa yang kita pakai adalah cerminan kepribadian kita," tutur dia.(Yudhi Hartomo)