Bulan Puasa, Santri Lirboyo Diterjunkan ke Sragen

Para santri Ponpes Lirboyo berbaur dengan masyarakat Sragen dalam rangka mengisi bulan puasa (rumahjurnalis.com/raffi arkana)



RUMAHJURNALIS.COM - Sebanyak 21 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur diterjunkan di Kabupaten Sragen untuk berdakwah selama bulan Ramadan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pematangan santri guna berbaur dengan masyarakat.

Para santri ini selain melakukan kegiatan dakwah, juga menjadi imam Tarawih. Mereka diterjunkan ke berbagai masjid di wilayah Sragen sekaligus berbaur dengan masyarakat. Hampir tiap hari juga ada kajian kitab salaf atau kitab kuning.

Saat memberikan materi dakwah, para santri ini tidak lupa selalu menyisipkan materi tentang bahaya paham radikalisme. "Para santri awalnya menceritakan sejarah Islam di Indonesia sekaligus memberikan bahaya paham radikalisme atau Islam garis keras," ujar 
Fendi Bintang Mustofa, salah satu alumni Ponpes Lirboyo yang mengikuti kegiatan dakwah.

Menurutnya, agama Islam adalah rahmatan lilalamin seperti yang diajarkan oleh para Wali Songo. Islam yang penuh kedamaian dan kebersamaan bagi umat manusia. "Islam juga tidak meninggalkan budaya yang dikenal dengan istilah 'jowo digowo arab digarap'," jelasnya.

Satu yang tidak kalah penting, lanjut Fendi, dalam Islam juga diajarkan hubulwathon minal iman atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Para santri sudah didoktrin NKRI harga mati dan harus terus dijaga sampai kapanpun.

Setelah diterjunkan dakwah selama Ramadan, para santri nantinya akan pulang ke Ponpes Lirboyo dan akan membawa hasil penilaian dari tokoh agama dan kades tempat dakwah. Hasil penilaian tersebut akan diserahkan ke Pengurus Pusat. 

Salah satu tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Gesi Sragen, Mualim Sugiyono menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para santri sekaligus masyarakat. "Pantauan kami, selama santri diterjunkan membawa dampak baik dan bermanfaat di masyarakat. Yang awalnya masih awam agama, masyarakat jadi faham dengan ilmu agama secara benar dan bisa beribadah dengan baik," ujarnya. (Sam)