Atasi Rendahnya Motivasi Belajar, Solo Gandeng NyalanesiaTerapkan Game Based Learning di Sekolah

Salah seorang kepala sekolah mencoba aplikasi pembelajaran Nyalagames dari Nyalanesia (rumahjurnalis/Nana Riyadi)

RUMAHJURNALIS.COM – Tantangan pendidikan kian kompleks. Aktivitas belajar kerap kalah menarik dibanding gim dan media sosial. 

Survei Nasional Pendidikan 2022 menunjukkan 70% guru menilai motivasi belajar siswa rendah. Rapor Pendidikan 2023 mencatat 50% siswa belum mencapai kompetensi literasi dan numerasi, sementara 64% anak usia sekolah aktif bermain gim (Puslitbangkes 2022).

Menjawab persoalan itu, Dinas Pendidikan Kota Surakarta bersama Nyalanesia memperkenalkan pendekatan Game Based Learning (GBL) melalui program Nyalagames. Workshop dan sosialisasi digelar Selasa (26/8/2025) di Aula Manarul Disdik Solo diikuti seluruh kepala sekolah SD dan SMP. 

“Kebijakan Pembelajaran Mendalam dari Kemendikdasmen mengusung tiga prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ini jadi tantangan guru. Anak sekarang suka game, maka belajar kita bawa ke dunia mereka,” jelas Lenang Manggala, Founder Nyalanesia. 

Nyalagames adalah platform belajar, mengajar, dan asesmen berbasis gim. Kontennya mengintegrasikan Gerakan Literasi Sekolah, kurikulum merdeka, dan enam literasi dasar. Sistemnya seperti permainan daring, ada pulau-pulau literasi, level, dan hadiah. 

“Kalau anak mau nilai bagus ya harus latihan. Di sini latihan dilakukan sambil main. Semakin bagus nilainya, semakin tinggi poinnya. Ada hadiah buku, gadget, sampai trip ke Korea,” tambah Lenang. 

Kasi Peningkatan Mutu SMP Disdik Solo, Anik Indriyani menekankan program ini tindak lanjut MoU Pemkot dengan Nyalanesia. 

“Tujuan utama meningkatkan literasi. Tidak ada paksaan, sekolah bebas ikut. Tapi kami yakin ini relevan dengan tantangan sekarang,” kata Anik. 

Program ini gratis dengan target implementasi di ratusan SD dan SMP. Setelah sosialisasi, akan ada bimbingan teknis untuk guru dan pendampingan per sekolah.
Lenang juga mengumumkan rencana Olimpiade Literasi berbasis gim tingkat nasional pada 2026 di Solo, dengan babak penyisihan hingga final. 

Disdik Solo berharap GBL mampu mengubah mindset siswa terhadap belajar. Dengan pendekatan yang menyenangkan, hasil belajar meningkat dan budaya literasi mengakar. (Nana Riyadi)