Antre Haji 26 Tahun, BSI Gandeng Pemkab Sragen Luncurkan Program ASN Berhaji Berbasis Emas

Ket:Ratusan ASN Sragen menerima sosialisasi program ASN Berhaji Berbasis Emas BSI di aula Pemkab Sragen (rumahjurnalis.com/said masykuri)

RUMAHJURNALIS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bareng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi meluncurkan program aparat sipil negara (ASN) Berhaji Berbasis Emas. Ratusan ASN dikumpulkan dan diberikan sosialisasi program di Aula Gedung Pemda Terpadu Sragen, Rabu (8/4/2026).

Peluncuran program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perencanaan ibadah haji yang lebih terstruktur dan berkelanjutan ASN sebagai role model di tengah masyarakat. BSI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam mendampingi perjalanan ibadah haji. 

Melalui kolaborasi strategis ini, BSI fokus menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif, terutama untuk mengakselerasi kemudahan masyarakat Sragen dalam menunaikan ibadah haji. Kegiatan ini dihadiri Regional CEO BSI Regional Office 7 Semarang bersama Sekda Sragen, dr Hargiyanto, jajaran pimpinan OPD, para camat, serta perwakilan ASN dari berbagai instansi.

Pemkab Sragen memberikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Sekda Sragen, dr Hargianto dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan finansial dalam merencanakan ibadah haji di tengah panjangnya antrean keberangkatan. “Dengan masa tunggu haji yang mencapai lebih dari 26 tahun, diperlukan perencanaan yang matang sejak dini. Program ini menjadi solusi agar ASN dapat mempersiapkan ibadah haji secara lebih terarah, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Regional CEO BSI Regional Office 7 Semarang, Ficko Hardowiseto, menegaskan bahwa BSI siap menjadi mitra strategis bagi Pemkab Sragen dan seluruh masyarakat. "Kami ingin menjadi mitra yang hadir tidak hanya dalam aspek ekonomi, tapi juga dalam perjalanan spiritual masyarakat. BSI berkomitmen penuh untuk memberikan solusi inovatif dalam memberikan layanan perbankan syariah khususnya haji secara komprehensif untuk warga Sragen. Dengan pendekatan berbasis emas menjadi salah satu strategi unggulan dalam memperluas akses perencanaan haji yang lebih inklusif," ungkap Ficko

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per April 2026, jumlah calon jamaah haji di Kabupaten Sragen mencapai lebih dari 25 ribu orang, dengan masa tunggu rata-rata sekitar 26 tahun. Kondisi ini mendorong pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menyediakan berbagai layanan untuk mendukung perencanaan ibadah haji, antara lain Tabungan Haji, Tabungan Emas, serta Cicil Emas yang dirancang sesuai prinsip syariah dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BSI bersama Pemkab Sragen juga mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan ASN dan masyarakat luas. Acara ini juga diperkuat dengan sesi talkshow edukatif yang menghadirkan para ahli dari BSI serta kajian oleh Ustad Kelik Gunawan Pribadi, SPd.I

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan launching, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan. "Tentunya juga bisa memberikan manfaat nyata, serta menjadikan Kabupaten Sragen sebagai salah satu contoh daerah dalam perencanaan ibadah haji berbasis keuangan syariah di Indonesia," tambah Kepala Cabang BSI Sragen, Fery Saputra yang sukses menggelar acara ini. (Sam)