60 Tahun ISI Solo Pentaskan Bedhaya Senopaten Sukapratama Karya Mangkunegara I

LASKAR PANGERAN SAMBERNYAWA : Bedhaya Senopaten Sukapratama mengisahkan pertempuran RM. Said melawan penjajah VOC di Yogyakarta.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)

SOLO - Tujuh penari laki-laki bergerak anggun dan pelan dalam untaian gerakan yang mengesankan keperwiraan. Alunan gending pengiring yang dimainkan oleh pengrawit yang seluruhnya laki-laki terasa menghipnotis. Membuat pandangan dan perhatian seolah tak bisa lepas mengikuti keindahan gerak demi gerak. Tujuh penari didampingi penyimping yang terdiri dari tujuh perempuan dan empat laki-laki ini mementaskan Bedhaya Senopaten Sukapratama di Pendapa Ageng Mangkunegaran pada Minggu, 14 Juli 2024.

Bedhaya Senopaten Sukapratama merupakan karya Mangkunegara I yang direkonstruksi oleh seniman ISI Solo Dr.Daryono S.Kar.,M.Hum. Karya tari ini mengisahkan sejarah pertempuran laskar Pangeran Sambernyawa melawan VOC di Benteng Vredeburg Yogyakarta pada kurun 1757. Tarian yang bisa disebut sebagai salah satu monumen perjuangan RM. Said ini dipentaskan pertama kali di Pendapa Prangwedanan Mangkunegaran sebagai karya akhir ujian disertasi (S3) Daryono pada tahun 2019.

REKONSTRUKSI KARYA MANGKUNEGARA I : Karya tari ini direkonstruksi oleh seniman ISI Solo Dr. Daryono S.Kar.,M.Hum. dan menjadi karya akhir untuk ujian S3.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)

Pentas tari malam itu merupakan rangkaian dari sejumlah karya dalam Festival Pasca Penciptaan 2024 yang diadakan untuk memeringati Dies Natalis ke-60 ISI Solo. Festival ini menyuguhkan beragam karya seniman Pasca Sarjana ISI Solo selama tiga hari (12-14 Juli 2024). Bedhaya Senopaten adalah satu-satunya pentas yang digelar di Pura Mangkunegaran, sementara karya-karya lain dipentaskan di ISI Solo.

Pamong Budaya Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek, Pandu Pradana dalam sambutannya berharap festival semacam ini bisa memantik acara-acara serupa.

"Festival ini diharapkan bisa menjadi bola salju yang bergulir dan membesar, memunculkan festival atau acara-acara serupa di tempat lain, sehingga akan memperkuat ekosistem seni budaya dan pertunjukan," ujarnya pada pembukaan pentas Bedhaya Senopaten Sukapratama.

BERSAMA PARA MAESTRO : KGPAA Mangkunegara I berfoto bersama sejumlah seniman dan para penari usai pentas Bedhaya Senopaten di Pendapa Ageng Mangkunegaran.(Foto : Yudhi Hartomo/rumahjurnalis)

Sajian beksan ini mendapat atensi penuh dari Mangkunegaran dengan hadirnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Sejumlah maestro tari di antaranya Suyati Tarwo Sumosutargio, Retno Maruti, Irawati Kusumorasri dan Eko"Pece" Supriyanto juga terlihat hadir menyaksikan pentas hingga rampung.(Yudhi Hartomo)